Category Archives: Hasta Indrayana

Puisi-puisi Koran Tempo edisi 22 Maret 2015


Puisi-puisi Hasta Indrayana

MOBIL JENAZAH

Sudah berapa kematian kau antar? – tanyaku
Bukankah mati itu cuma sekali? – jawabmu

Berbah, 2014



DI SEBUAH RUMAH MAKAN

Meja nomor sekian itu disinggahi
Suami-istri dan dua anak
Tak ada percakapan, kecuali keempat tangan
Yang menyentuh-nyentuh telepon pintar

Di seberang meja lain, seorang remaja tuli
Sedang belacar bercengkerama dengan hangat
Bersama sunyi di sekujur waktunya

Yogyakarta, 2014



POTRET

Desember sedang kedinginan
Di akhir tahun ia suka hujan-hujanan

Ia akan menggambar jenggot putih
Sinterklas dan memajangnya di tiap
Keramaian

Kemudian kita tahu, kereta salju
Yang ditarik sekawanan rusa
Sampai juga di negeri tropis ini

Maka, siapkanlah kado di saat
Anak-anak menghindar banjir
Di sela hiruk-pikuk cuaca buruk

Di antara tanggal-tanggal yang bertanggalan
Desember akan bermain genangan air
Dan angin mungkin terasa makin santer

Yogyakarta, 2014



SAJAK KATAK

Bagaimana akan nyemplung
Ke kolam kalau aku diam
Dalam tempurung?

Cimahi, 2013



SAJAK IBU

Ia menanti kata-kata biru
Beribu-ribu

Ia menanti ibu sajak
Beribu-ribu

Ia menanti ibu biru
Yang bara yang abu
Yang rahim dan takzim

Berbah, 2013



SEPASANG PUISI

Ia dan dirinya
Sepasang puisi tuli dan buta
Jangan berisik. Mengganggu

Ia dan dirinya
Yang kadang datang
Dan berdiri di depan pintu

Aku dan kamu saling termangu
Juga tergagap menyapanya
Dengan sekuat bahasa kita

Bandung, 2012-2014



Hasta Indrayana lahir di Gunungkidul, 31 Januari 1977. Kini bermukim di Yogyakarta. Buku-buku puisinya antara lain Di Sebuah Pertemuan (2010) dan Piknik yang Menyenangkan (2014).